Share Pengalaman; Event INDOFEST 2016, Senayan


Penggiat outdoor di Indonesia nampak semakin banyak aja. Terbukti dengan adanya event-event bertema outdoor. Tahun 2016 ini ada yang namanya INDOFEST 2016, acaranya dari Rabu(6/4/2016) sampe Minggu(10/4/2016) di Senayan. Acara beginian biasanya sih setahun sekali, jadi jarang-jarang adanya. Tahun sebelumnya juga ada acara serupa, namanya OUTFEST 2015. Kemarin Sabtu(9/4/2016) ane coba-coba dateng ke event INDOFEST 2016 karena penasaran, maklum sebelumnya belum pernah ke acara beginian hehe. 

Sebelum masuk ke acara ini, kita harus beli tiket dulu, harganya Rp. 25.000 per orang. Tiket ini berlaku hanya untuk satu hari saja. Setelah beli tiket, ane dapat gelang kertas dan tiket undian doorprize. Gelang kertas dipake di tangan pas masuk area sebagai tanda kalau kita udah beli tiket dan tiket doorprize buat dimasukin ke kotak undian di panggung yang ada di dalem gedung pameran. Setelah pembelian tiket kita masuk di area luar gedung, di sini kita bisa foto-foto dengan background mobil jeep, di area luar juga banyak fasilitas lain seperti ATM, Foodtruck, Indomaret, boulder untuk wall climbing ,dll. 

Well then, saatnya masuk ke gedung pameran. Pertama kali masuk kita harus tunjukin gelang kertas yang didapet pas beli tiket tadi. Nah kalo udah pake gelang, kita bebas keluar masuk area acara. Di dalem gedung pameran ada ratusan stand yang menjual produk-produk untuk kegiatan outdoor, mulai dari kegiatan hiking, climbing, arung jeram, camping, hammocking, dll. Tempat pameran bener-bener rame dan penuh sesak dengan pengunjung yang bersliweran. Berbagai merek barang-barang outdoor ada di mari, dari merek lokal kaya Eiger, Consina, Rei, dll sampe merek impor kaya The North Face, Deuter, Vaude, dll. Tiap stand juga nawarin diskon yang gila-gilaan bro dari diskon 10% sampe 50%. Kalo ane gak kuat iman, duit pasti abis di mari bro karena ngiler barang yang bagus-bagus dan diskon gede-gedean.

Selain stand jualan, di dalem gedung juga ada panggung. Nah dari panggung ini kita bisa ngikutin acara-acara seperti musik dan talkshow bersama tokoh penggiat outdoor. Kebetulan pas ane dateng ada talkshow bareng pembawa acara Jejak Petualang dan Ramon Tungka, itu tuh yang pernah keliling Indonesia dalam 100 hari. Dari acara- acara begini kita bisa tanya-tanya mereka tentang pengalaman yang mereka dapet karena penonton diberi kesempatan buat nanya-nanya ke pengisi acaranya. Setelah acara selesai baru lah pengundian doorprize dilakukan. Hadiah doorprize lumayan menarik lho dari USB sampe tas bermerek. Lumayan kan kalo dapet bisa balik modal tiketnya haaha.

Ada sedikit tips nih buat yang mau berburu perlengkapan outdoor di event-event beginian. Ini dia tips dari ane:
  1. Buat yang mau cari barang bagus kalo bisa datanglah di hari pertama karena stock masih banyak sehingga masih banyak pilihannya dan bisa jadi penjual buka diskon di awal-awal event
  2. Buat yang ngincer harga miring, biasanya ada di hari dan jam-jam terakhir event. Di waktu ini, exihibitor/penjual kemungkinan ngobral barang mereka buat ngabisin stok, tapi di hari-hari terakhir kemungkinan tinggal barang-barang sisa
  3. Sebelum masuk, tentukan dulu mau beli barang jenis apa dan merek apa sehingga kita bisa langsung ke outlet merek tersebut. Jangan lupa, liat/download peta stand-stand pameran biar gak pusing cari-cari stand yang pengen dilihat
  4. Teliti dalam membeli bro karena mungkin ajah terdapat barang-barang fake, jadi jangan sampe salah beli barang ya biar gak rugi. Biasanya merek-merek luar yang terkenal banyak yang memalsukan jadi harus teliti ketika beli barang
  5. Waspada dengan barang-barang bawaan ente gan karena biasanya kalo terlalu fokus liat barang yang ingin dibeli jadi lengah dengan barang bawaan. kondisi yang penuh sesak akan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab buat nyopet or ambil barang ente.
Sekian share dari ane bro, semoga bermanfaat.
Minggu, 10 April 2016
Posted by Sriy Anto

Review: Carrier Consina Alpinist 70+5 L

tas gunung, consina, carrier



Spesifikasi Tas:
-Berat kosong sekitar 2 Kg
-Kapasitas volume tas 70+5(Head) liter
-Dimensi tas 90 x 35 x 30 cm
-Dua batang frame aluminium

Fitur yang dimiliki:
Fully Adjustable Back System 
alpinist 70+5L, carrier
Tas ini memiliki back system (bantalan punggung) yang dapat diatur sesuai dengan ukuran tubuh penggunanya. Terdapat dua bagian back system yang terpisah yaitu bantalan punggung (atas) dan bantalan pinggang (bawah). Bantalan punggung dapat digerakkan naik/turun sedangkan bantalan pinggang tidak bisa digerakkan, hanya saja dapat dipisahkan dari bantalan punggung. 

Dua Ruang Penyimpan Utama:
Ruang penyimpanan tas terdiri dari tiga yaitu 2 ruangan pada badan tas dan 1 ruangan pada head.  Pada badan tas, ruangan bagian bawah adalah untuk menempatkan sleeping bag sehingga tidak perlu membongkar tas ketika ingin menggunakan sleeping bag, cukup buka resleting bagian bawah. Ruangan bagian atas berukuran cukup besar sehingga mampu menampung banyak barang. Ruangan bagian atas dan bagian bawah dipisahkan oleh sekat. Sekat dapat dibuka karena terdapat resleting sehingga ruangan atas dan bawah menyatu.

Kantung di Kanan dan Kiri Tas
Di bagian samping kanan dan kiri tas terdapat kantung. Kantung berupa jaring-jaring. Kantung dapat digunakan sebagai tempat botol air. Kantung terbuat dari bahan elastis, cukup untuk botol air mineral ukuran 1,5 L.
Adjustable Strap
Terdapat beberapa pengikat (strap) pada tas ini. Kelebihan dari tas ini adalah memiliki dua buah pengikat (horizontal) pada bagian depan tas yang tidak dimiliki tas lain. Pengikat tersebut dapat digunakan untuk mengatur tas agar lebih ramping ketika diberi muatan. Satu buah pengikat berukuran besar terdapat di bagian bawah head. Pengikat yang ada di bawah head berguna untuk menahan benda-benda yang ada di dalam head. Di ruangan untuk menyimpan sleeping bag juga terdapat dua buah pengikat berukuran cukup besar yang berfungsi mengatur besar ruangan pada ruangan bagian bawah.

Kelebihan:
1. Terdapat ruangan bagian bawah yang sangat berguna untuk menempatkan sleeping bag.
2. Dua buah adjustable strap bagian depan untuk mengatur besar ruangan tas.
3. Bantalan punggung dapat diatur sesuai keinginan.

Kekurangan:
1. Bahan tas bagian depan tipis.
2. Kantung pada kanan/kiri tas terbuat dari bahan yang berlubang-lubang, kemungkinan mudah sobek.
3. Ruangan bagian head kecil sehingga hanya memuat sedikit barang.

Tas Consina Alpinist di pasaran dijual dengan harga 500-600 ribu. Sekian review tas ini ane buat, semoga bermanfaat.
Senin, 11 Januari 2016
Posted by Sriy Anto

Tips Membuat Api Unggun Agar Aman



Saat musim kemarau, hutan di beberapa gunung terbakar. Penyebab kebakaran hutan di lereng gunung dapat bermacam-macam. Beberapa yang paling sering di antaranya karena panas terik matahari, pembukaan lahan dengaan pembakaran, atau karena bekas api unggun yang tidak dipadamkan dengan baik. Nah, kali ini akan ditulis tips-tips membuat api unggun agar tidak membakar hutan gunung. Berikut ini hal yang bisa kita terapkan untuk mencegah kebakaran hutan akibat api unggun:

Bersihkan area di sekitar api
Membersihkan area di sekitar api unggun perlu dilakukan sebelum menyalakan api. Luasan area yang dibersihkan sekitar radius 2-3 meter dari api unggun. Hal ini bertujuan agar api tidak membakar benda-benda dalam radius tersebut sehingga api unggun membahayakan orang di sekitar.

Buat pembatas di sekitar api
Kumpulkan batu-batu yang cukup besar. Susun batu-batu tersebut mengelilingi api agar kayu tidak berserakan akibat tertiup angin. Susunan batu juga berfungsi sebagai pembatas api, menjaga api tetap berada di dalam areanya.

Buat lubang pada tanah
Agar lebih aman, buat lubang pada tanah untuk menempatkan api unggun. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran api unggun. Hal ini memudahkan kita saat ingin memadamkan api. Kita tinggal mengubur sisa-sisa pembakaran dengan tanah. Penguburan sisa pembakaran bertujuan untuk menghindari api unggun hidup kembali ketika telah ditinggalkan, hal demikian dapat menyebabkan kebakaran hutan.

Sediakan air
Untuk menghadapi situasi darurat, sediakan air di sekitar perkemahan. Jika api tiba-tiba tak terkendali kita dapat menggunakan air yang telah disediakan untuk memadamkan api. 

Jangan buat tenda di dekat api
Buat tenda agak jauh dari api unggun. Jaraknya paling tidak 3 meter dari api unggun. Hal ini untuk menghindari terbakarnya tenda karena kebanyakan tenda terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Sekian tipsnya, semoga membantu. Ingat!! tetap utamakan keselamatan manusia dan lingkungan !!
Rabu, 11 November 2015
Posted by Sriy Anto
Tag : ,

Kebun Binatang Ragunan




Kebun Binatang Ragunan, hampir semua orang jakarta udah pada tau ini tempat. Ragunan emang jadi tempat wisata favorit warga jakarta dan sekitarnya. Setiap weekend dan hari libur, Kebun Binatang Ragunan rame sama pengunjung. Ini tempat emang merakyat banget.

SEJARAH
Tahu gak sih? Kebun Binatang Ragunan (KBR) adalah kebun binatang yang pertama di Indonesia lho!. KBR didirikan tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang artinya "Tanaman dan Kebun Binatang". Dulu, KBR terletak di cikini dengan luas lahan 10 hektar yang diberikan oleh Raden Saleh. Kemudian pada tahun 1949, nama  Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Kemudian, Kebun Binatang Cikini dipindahkan ke Ragunan, Pasar Minggu sekitar 20 Km dari tempat sebelumnya. Nah, baru pada 22 Juni 1966 diresmikan oleh Gubernur Jakarta waktu itu Ali Sadikin dan diberi nama Taman Margasatwa Ragunan seperti yang kita kenal saat ini. Hingga tahun 2010, luas KBR 147 hektar dengan koleksi hewan sebanyak 2.101 dari 220 spesies yang berbeda.
Sumber: Website KBR

LOKASI
KBR beralamat di jl. Harsono No. 1,Ragunan, Pasar Minggu. Ini peta lokasi KBR. Rute jalan dan angkutan umum yang lewat KBR bisa dilihat di sini.

TIKET MASUK
Harga tiket masuk untuk dewasa Rp 4.500 dan anak-anak 3000. Untuk parkir kendaraan biayanya sebagai berikut: motor Rp 3.000, mobil Rp 6.000, truk kecil Rp 12.000, dan truk besar 15.000. Nah di dalem banyak fasilitas lain seperti sewa sepeda, taman bermain, pusat primata, dan lain-lain. Tarif lengkapnya liat langsung di sini.

ULASAN SINGKAT
Perjalanan ke KBR dilakukan tanggal 2 Agustus 2015. Ane masuk ke KRB lewat Pintu Utama (Pintu utara), ada beberapa pintu masuk selain Pintu Utama yaitu Pintu Timur, Pintu Selatan, dan Pintu Barat. Ane sarankan masuk lewat Pintu Utama karena selalu dibuka, sedangkan pintu masuk lain kadang ditutup. Selain itu, lewat Pintu Utama ini kita bisa langsung sewa sepeda setelah pemeriksaan tiket masuk (di sebelah kiri tempat pemeriksaan tiket). By the way, kalo mau irit bawa sepeda sendiri aja karena sekarang kbr membolehkan pengunjung membawa masuk sepeda (sepeda kayuh lohh!!, bukan sepeda motor hehe..). Lumayan kan jadi gak terlalu capek keliling KBR-nya dan lebih irit. Kalau mau sewa sepeda tarifnya sekitar 10 ribuan per jam.

Kesan pertama pas masuk berasa sejuk udaranya (pagi lho..) dan bersih dari sampah, cocok banget buat refreshing. Karena KBR ini luas bingit, biar gak kesasar, di sini dipasang banyak banget petunjuk jalan ke kandang-kandang hewan dan fasilitas lain. Nah kalo kebelet  buang air, gak usah pergi ke semak2 karena sudah disediakan cukup banyak fasilitas toilet GRATIS di sini. Di pinggir-pinggir jalan juga banyak yang jual makanan dan oleh2 yang tertata rapi dan tetap tertib.

Selama ane jalan-jalan ke kandang satwa, ane sempet foto beberapa satwa. Ini dia nih beberapa penghuni KBR yang berhasil ane jepret. Check it out...
chimps, zoo, indonesia
Orang Utan
african lion, zoo, indonesia, ragunan
Singa
Elephant, ragunan zoo, collection
Gajah Lampung
Sebenernya masih banyak lagi penghuni di kebun ragunan ini, tapi apa daya kaki udah pegel-pegel semua. Jadi cuma beberapa satwa aja yang ane datengin dan foto. Setelah keliling-keliling enaknya bersantai sejenak di tempat yang sejuk. Tempat yang paling pas buat santai adalah ini dia ...
Duduk di pinggir danau sambil melepas lelah. Di pinggir danau ini ada tempat untuk duduk-duduk sejenak. Angin yang berhembus sepoi-sepoi membelai, pas banget buat ngadem. Kalo perlu bawa tiker dan makanan buat piknik di pinggir danau keren juga nih, haha.., tenang aja, di sini gak ada bau-bau tidak sedap dari hewan karena letaknya cukup jauh dari kandang satwa. 

Okey, cukup sekian review KBR. terimakasih sudah menyempatkan untuk berkunjung ke blog ane. Sampai jumpa di review berikutnya :D.
Jumat, 30 Oktober 2015
Posted by Sriy Anto
Tag :

Review: Headlight Lamp Police


head light, headlamp, senter, naik, gunung, outdoor, peralatan

Ketika naik gunung malam hari, suasana tentu gelap gulita. Nah, kita perlu yang namanya headlight lamp a.k.a head lamp. Benda ini berguna banget buat penglihatan di malam hari sehingga kita gak kesasar, kepeleset-pleset, atau yang lebih ngeri jatuh ke jurang. Kali ini yang diriview adalah item headlamp merk Police punya ane bro. Wujudnya kaya gambar di atas.

Fitur
Nah langsung aja ane jelasin beberapa fitur yang dimiliki ini item. Senter kepala ini butuh 3 batre ukuran AAA buat ngidupin. Tombol On/Off ada di deket lampu (liat gambar biar jelas). Lampu punya 3 mode, pertama nyala sangat terang, kedua nyala redup, dan ketiga nyala kedap-kedip (sinyal bahaya). Cara ngubah dari satu mode ke mode lain tinggal pencet tombol On/Off aja. Fokus penyinaran juga bisa diatur, caranya geser selubung lampu, nanti cahaya bisa nyebar atau fokus. Sudut lampu bisa diatur juga lho, bengkokin lampu ke arah bawah karena ada engsel di bawah lampu, bisa 3 jenis sudut (bayangin aja sendiri, gak sempat foto hehe). Dan terakhir, tali pengikat kepala dari bahan yang lumayan bagus, ukurannya bisa diatur sehingga pas di kepala. 
head light, headlamp, senter, naik, gunung, outdoor, peralatan
Bagian-bagian headlamp

Itu dia fiturnya, sekarang ane kasih komenn tentang item ini:

Review
Pertama dari segi kenyamanan, ikat kepala cukup nyaman dipake dan gak kendor. Lampu bisa diatur sudutnya sehingga nyaman buat jalan datar, naik, atau turun. Kedua dari segi baterai, lampu hemat energi banget2 cz ane pernah naik beberapa gunung dengan headlamp dan baterai yang sama gak diganti-ganti, ini karena lampunya jenis LED jadi hemat energi. Kalau dalam hitungan hari, mungkin bisa sekitar 2 hari lebih dengan mode redup baterai gak habis. Ketiga dari segi keawetan, lampunya awet udah dua tahun ane pake masih joss, tapi bagian plastik gak terlalu awet beberapa kali jatuh akhirnya patah juga.

head light, headlamp, senter, naik, gunung, outdoor, peralatan
Plastik patah



Sekian review dari ane, kalo gak lengkap mohon maaf. Ada pertanyaan tentang item ini? silahkan komen bro/sis. Thanks udah mampir.
Jumat, 04 September 2015
Posted by Sriy Anto

- Copyright © Seribu Satu Langkah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -